Jakarta | antarwaktu.com – Diketahui Hari Bumi yakni, untuk peringatan internasional tahunan yang jatuh setiap 22 April, untuk meningkatkan kesadaran, apresiasi, dan dukungan terhadap perlindungan lingkungan hidup. Hari Bumi, dicetuskan pertama kali pada tahun 1970, momen ini bertujuan untuk mendorong aksi nyata seperti pengurangan sampah, penanaman pohon, dan pelestarian alam demi mengatasi krisis iklim.
Seperti halnya yang dilaksanakan, Anomali Coffee dan Impact Hub Jakarta menggandeng pengrajin menyelenggarakan pameran produk ramah lingkungan dengan bertepatan, Hari Bumi jatuh setiap 22 April. “Jadi, giat ini sebagai acara tahunan global untuk mendukung perlindungan lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap krisis iklim, dan mendorong aksi nyata, dan dalam pameran ini bertemakan, Cipete Eco-Collective Market berlangsung 2-10 Mei 2026,” ujar Manajer Anomali Coffe, M Faiq, Sabtu (2/5/2026), di Anomali Coffe Cipete, Jakarta Selatan.
Ia menyebutkan, bahwa acara ini dari keinginan bersama untuk menjaga alam. “Artinya, hidup kita ini bergantung pada alam, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga alam,” ucap M Faiq.
Dijelaskannya, bahwa Anomali Caffe mendukung dan ingin tumbuh bersama para wirausahawan yang berwawasan lingkungan.
Hal itu, pihaknya sangat mengapresiasi para wirausahawan muda yang memproduksi produk ramah lingkungan dan produknya memenuhi unsur gaya hidup sehingga bisa dipakai konsumen.
“Jadi, dengan kopi ini sudah menjadi gaya hidup. Para penikmat kopi yang datang bisa sekalian membeli produk ramah lingkungan yang dikreasi partner kami,” jelas Faiq.
M Faiq menambahkan, bahwa Anomali Caffe, berupaya terus menggunakan produk ramah lingkungan. Seperti, wadah dan sedotan kopi yang digunakan terbuat dari jagung sehingga bisa terurai di alam.
“Artinya, dengan menggunakan material ramah lingkungan di Anomali Coffe sudah 70 persen dan mengarah ke 100 persen,” pungkasnya.
Diketahui dalam acara tersebut, sejumlah perajin antara lain Mortier, Rue, Rappe, Boolet, Sebumi, dan Cultivia menampilkan aneka produk ramah lingkungan.
Boolet misalnya menampilkan papan yang terbuat dari sampah tusuk sate dan sumpit.
Perajin lain menampilkan tas ramah lingkungan yang terbuat dari rumput laut.
MAUL/RED






